""

Tebo Top

Wadah Bagi Komunitas dan Masyarakat di Kabupaten Tebo dengan 4 aspek yaitu; Agama, sosial, seni dan budaya serta Ekonomi Kreatif

Breaking


Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Thursday, October 25, 2018

October 25, 2018

Ngarai Negri Ngeri

Doc. Pribadi

NGARAI NEGRI NGERI
Oleh : Bang Tholee

Makin tampak jelas awan cerah menaungi pelataran kota-kota kecil
Nyanyian-nyanyian balada para penjaja nada keluar dengan krinok lamanya
Tepat di tepi ngarai negri ngeri sayup terdengar suara senandung lagu melayu
Penuh pantun tuah dan seloko
Walau lirih namun luruh bersama maknanya

Ku rapatkan keterasinganku menepis jarak dan waktu
Di tepi ngarai negri ngeri
Ku sapa senyum lembut sukamu
Meregub setiap hela nafas dalam dada yang menggumpal sesak penuh hasrat
Kulambaikan tangan dengan jari jari indah penuh nada
Memanggil sang muda berimaji

Komunitas Mata Pena
Tebo, Jambi 2018

Tuesday, October 23, 2018

October 23, 2018

Puisi Sampah Kata-Kata

Tebo Top Top Semakin Top

Kami bagikan sebuah puisi dari salah satu personel Tebo Top. Semoga bisa dinikmati walau tidak terasa.
Logo Tebo Top / www.tebotop.com

Sampah Kata-Kata
Oleh : Halley Kawistoro

Waktu Telah berlalu, lupa aku untuk tahu kapan terjadi
Saat semua menjadi satu dan padu, tanpa gemuruh riuh

kita menatap seperti orang asing, enggan tuk memberi salam
kita memandang tanpa pangkat yang tersandang

Waktu Telah turut berjalan mengejar dibelakang bayang-bayang
saat ini, kita telah menjadi pelari handal, tanpa sepatu ataupun sandal
telah dianggap gila oleh rasa, karena bercermin dengan semangat tanpa ragu

Sebenarnya kita telah sama-sama tahu.
diantara kita ada yang membawa senjata
diantara kita ada yang punya siasat
diantara kita ada yang tersesat
diantara kita ada yang tak kasat
diantara kita ada yang terikat
diantara kita berbeda pangkat dalam masyarakat
Namun, Tak pernah berhenti untuk berbuat.

Tetapi diantara kita tidak mungkin ada Bangsat
yang membiarkan lainnya terjerat tanpa membantu melepas ikat.

Tetapi diantara kita tidak perlu mementingkan syahwat
yang membiarkan lainnya ragu untuk berbuat

Tetapi diantara kita tidak perlu merasa paling hebat dan kuat
yang membiarkan lainnya gugur dan layu terbeban penat

Kita sama saja, Tidak perlu saling merasa
Kita hanya bisa berkata-kata dan terus berusaha sampai waktunya Tiba

Masih teringat tentang kata-kata
tentang tantang harapan mimpi kita

akan habis kata-kata bila sampai terbuang
akan lenyap kata-kata bila telah dilanggar

Aku tidak mungkin bisa menunjuk wajah siapa saja
karena bukan siapa-siapa.

Tetapi aku bisa berpaling dan membalas serupa di lain masa lewat jalan yang berbeda.
bila kata-kata hanya sampah
yang sepi dalam nikmat sendiri
lalu terganggu waktu membagi

Kita sama, jangan berujar kata-kata yang menjadi sampah.
Kita sama, punya kata-kata berupa Doa
yang akan menjadi senjata terhebat bila ada Khianat.

Semoga Kata-kata hanya menjadi doa dan tidak berubah menjadi sampah
lalu keluar sebuah kata-kata yang bernama Sumpah serapah.

// 23 Oktober 2018 bersama gemuruh dan hujan yang terpendam //

Semoga Tebo Top selalu bermanfaat dalam Giat, Selalu berbuat dalam ragam waktu.
Catatan : Sebuah Puisi secara sederhana diartikan sebagai ungkapan perasaan. mulailah menulis apapun itu. suatu saat anda semua para pembaca akan memahami untuk menulis puisi. Saat anda telah mulai menulis puisi itu berarti anda telah membaca dan paham apa itu Puisi.

Salam Tebo Top, Top Top Semakin Top.





Saturday, September 22, 2018

September 22, 2018

SANG ABDI NEGARA DI TANAH PERANTAUAN


Asa bertaubat dalam malam
Ujung rambutku berbisik lirih
Hingga tak terdengar lagi oleh kedua gendang telingaku

Mata selalu mencabik-cabik tajam
Mencari pegangan kokoh untuk bersandar
Hingga tak tampak oleh dua bola mataku

Kepalan demi kepalan jari merangsak
Melumat apa yang ada dihadapan
Hingga tak terasa lumatan itu dilidahku

Jantungku berdetak mengikuti irama hembusan nafas
Hingga tak tercium lagi tajamnya bau badanku
Bahkan bau badan seluruh sanak familiku

Ayunan kaki kulangkahkan tegap
Setegap para hewan liar dipelataran
Meringkik keras bagaikan kuda jantan
Hingga lunglai dalam dekapan angin malam

Takkan ku hiraukan semua itu
Tak kan ku dengarkan bisikan itu
Takkan ku rasakan letih itu
Demi pembuktian diri
Sang abdi negara di tanah perantauan

ADE NOFRIZA, S.STP,M.A.P