""

Tebo Top

Wadah Bagi Komunitas dan Masyarakat di Kabupaten Tebo dengan 4 aspek yaitu; Agama, sosial, seni dan budaya serta Ekonomi Kreatif

Breaking

Friday, January 21, 2022

January 21, 2022

Stadion Sri Maharaja Batu Akan Diresmikan Gubernur Jambi

Stadion Sri Maharaja Batu (SMB) tampak dari luar, foto : Doc. TEBOTOP Multimedia


Pembina TEBOTOP H. Eka Wijaya secara resmi mendapatkan undangan dari Pemkab Tebo, Kamis (20/01/2022) kemarin.


Undangan tersebut dalam rangka pembukaan piala Soeratin U13 dan U15 Asprov Jambi, sekaligus pertandingan eksibisi antara Asprov Jambi Versus Forkopimda Kabupaten Tebo. 


Kemudian Peresmian Stadion Sri Maharaja Batu dan Penandatanganan Prasasti oleh Bapak Gubernur Jambi.


Acara tersebut akan berlangsung Sabtu (22/01/2022) di Stadion Sri Maharaja Batu yang terletak di Kelurahan Tebing Tinggi Kecamatan Tebo Tengah.


Surat Undangan dari Pemkab Tebo untuk Pembina TEBOTOP H. Eka Wijaya


Suatu pencapaian yang TOP bagi TEBOTOP, atas kemenangan Pembina Pak Haji Eka Wijaya sebagai Juara Sayembara Nama Stadion Sepak bola yang digelar oleh Pemkab Tebo diakhir Tahun 2021 lalu.


Setelah melewati proses seleksi dan presentasi, nama yang diusulkan akhirnya terpilih menjadi nama stadion yang telah dituangkan dalam Keputusan Bupati Nomor 656 Tahun 2021 tentang pemenang sayembara nama stadion Kabupaten Tebo yakni Sri Maharaja Batu atau SMB.


Mengutip kalimat yang diungkap oleh Ketua TEBOTOP Fajrian Idris usai pengumuman pemenang sayembara, "Belajar dari sejarah dan mencetak Sejarah," ungkapnya.


Inshallah besok menjadi catatan sejarah pula bagi TEBOTOP, dimana peresmian nama Stadion akan diresmikan langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris.


Semoga kegiatan berjalan dengan lancar dan mendapatkan keberkahan. Serta menjadi stadion yang mencetak banyak pemain bola hebat di Kabupaten Tebo khususnya.


Salam dari kami

Top Top Top Tebo Makin Top!

By : TEBOTOP Multimedia



Friday, January 14, 2022

January 14, 2022

Donasi Melalui TEBOTOP Foundation Telah Diterima Neza

Penyerahan Donasi Kepada Neza Jum'at (14/01/2022) foto : Doc. TEBOTOP Multimedia

Sehari setelah ditutupnya penggalangan dana untuk Neza Marcel Al Anfal, Remaja penderita penyakit lumpuh saraf kejepit, Founder TEBOTOP langsung melaksanakan penyerahan dana yang terkumpul ke rumah orang tua Neza yang terletak  di Desa Perintis Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo.


Total dana yang terkumpul melalui rekening TEBOTOP Foundation yang dibuka sejak Jum'at 24 Desember 2021 hingga Kamis 13 Januari 2022 sebesar Rp. 1.370.000,- kemudian ada tambahan donasi yang dititipkan langsung sebesar Rp 200.000,- sehingga total dana yang terkumpul Rp. 1.570.000,-


Hari ini Jum'at (14/01/2022) menjelang Magrib, Ketua TEBOTOP Fajrian Idris beserta rombongan sampai di rumah orang tua Neza.


Disampaikan Fajrian kepada orang tua Neza, bahwa kegiatan penggalangan dana TEBOTOP ini melalui divisi TEBOTOP Foundation, yakni divisi yang bergerak di bidang Agama, Sosial dan Kemanusiaan.


"Kemarin kita buka donasi melalui TEBOTOP Foundation, target kami kemarin selama 2 Minggu, namun akhirnya kita tambah satu Minggu lagi. Alhamdulillah, memang tidak banyak, ini ada terkumpul sebanyak satu juta lima ratus tujuh puluh ribu rupiah,"  ujar Fajrian.


Sambungnya, Ini merupakan titipan dari orang-orang yang sudah berdonasi baik melalui rekening dan juga menyerahkan secara langsung.


Sementara, Ibu Suriyati orang tua Neza mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.


"Alhamdulillah, terima kasih atas bantuannya, semoga ini bermanfaat untuk anak kami," ungkapnya.


Dirinya juga menyebutkan bahwa dengan adanya penggalangan dana oleh TEBOTOP Foundation, akhirnya banyak komunitas motor, mobil dan komunitas lainnya yang datang ke rumahnya memberikan bantuan untuk anaknya.


"Alhamdulillah, dengan informasi yang telah dimulai TEBOTOP, akhirnya banyak yang datang membantu, komunitas mobil, motor, Pramuka bhayangkara, dan kemarin ada juga orang dari ACT yang datang ke rumah," ujarnya.


Demikian informasi yang bisa kami sampaikan kepada semua pihak yang telah menitipkan donasinya melalui TEBOTOP Foundation.


Semoga apa yang telah dititipkan ini bermanfaat untuk kesembuhan Neza dan menjadi berkah untuk semua.


Foto Buku Rekening dan Uang Yang Ditarik Sebelum Diserahkan ke NEZA, Foto : Doc. TEBOTOP Multimedia


Berikut rincian uang masuk melalui rekening TEBOTOP Foundation :


1. Hamba Allah 24/12/2021 Rp. 50.002
2. Hamba Allah 24/12/2021 Rp. 50.002
3. Hamba Allah 26/12/2021 Rp. 150.002

4. Hamba Allah 26/12/2021 Rp. 100.002

5. Hamba Allah 26/12/2021 Rp. 70.002

6. Hamba Allah 26/12/2021 Rp. 50.002

7. Hamba Allah 27/12/2021 Rp. 200.002

8. Hamba Allah 27/12/2021 Rp. 200.002

9. Hamba Allah 31/12/2021 Rp. 100.002

10. Hamba Allah 05/01/2022 Rp. 100.002

11. Hamba Allah 05/01/2022 Rp. 150.002

12. Hamba Allah 13/01/2022 Rp. 50.002

13. Hamba Allah 13/01/2022 Rp. 100.002


Ditambah donasi langsung Rp. 200.000,-



Salam dari kami

Top Top Top Tebo Makin Top!

By TEBOTOP Multimedia


January 14, 2022

Catatan Sejarah Tiga Bukit Siguntang

Foto : Doc. TEBOTOP Multimedia


Oleh : Via Dicky

Menurut manuskrip Sulalatus Salatin, Bukit Seguntang   dipercayai sebagai tanah asal Orang Melayu dan raja-raja Kesultanan Melaka. 


Dalam kitab Sulalatus Salatin, Bukit Seguntang merupakan tempat datangnya Sang Sapurba, keturunan Iskandar Zulkarnain, yang dikemudian hari menurunkan raja-raja Melayu di Sumatera, Kalimantan Barat, dan Semenanjung Malaya. 


Bukit Seguntang diibaratkan sebagai potongan Gunung Mahameru dalam kepercayaan Hindu-Buddha, dan dianggap suci karena merupakan cikal bakal orang-orang Melayu. Raja yang memerintah di Malaka dikatakan sebagai keturunan Sang Sapurba.


Ada tiga wilayah perbukitan di Sumatera yang bernama Bukit Seguntang. Dan ketiga nya sama-sama dianggap sakral dan Keramat oleh penduduk setempat dimasing2 wilayah nya. 


Pertama adalah Bukit Seguntang Palembang yang banyak terdapat Makam Raja Segentar Alam beserta kerabat keluarga nya, serta tinggalan bangunan dan arca Buddha. 


Dahulu Bukit Seguntang Palembang tersebut juga dinamakan penduduk Palembang sebagai Bukit Sekander (W. N. Gibson 1856) dengan Raja yang bermakam adalah Raja Iskandar Zulkarnain Syah, Sekander adalah penamaan lokal daripada Iskandar Zulkarnain Syah. Bukit Siguntang Palembang adalah sebuah bukit kecil setinggi 29—30 meter dari permukaan laut yang terletak sekitar 3 kilometer dari tepian utara Sungai Musi dan masuk dalam wilayah kota Palembang, Sumatera Selatan. Secara administratif situs ini termasuk kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang. Bukit ini berjarak sekitar 4 kilometer di sebelah barat daya pusat kota Palembang, dapat dicapai dengan menggunakan angkutan umum menuju jurusan Bukit Besar.


Yang kedua, Bukit Seguntang Sumay, Kabupaten Tebo. Bukit ini, so dianggap sebagai Keramat oleh Penduduk setempat. Terdapat tiga makam kuno dengan nisan Kayu Sungkai, dan salah satu makam adalah Makam Datuk Kerongkong Bebulu yang sangat melegenda kisah kepatriotan nya di Tebo dan Tanah Jambi umum nya. Bukit Seguntang Tebo merupakan wilayah tertinggi di sekitar lokasi nya yang dekat dengan Perbukitan Bukit 30. Tinggi nya 150-200 meter dari permukaan laut. Di sekitar wilayah Bukit Seguntang Tebo terdapat tinggalan Hindu Buddha berupa Kawasan Percandian dan keramik2 China dimasa lampau. 


Dahulu, Bukit Seguntang Tebo merupakan tempat bertemu nya tiga penguasa dari tiga wilayah. Pertemuan Segitiga Yakni Kerinci, Kerajaan Pagaruyung dan Kerajaan Jambi. Disana merupakan tempat diadakan nya Rapat pertemuan ketiga Raja2 tersebut dalam rangka menyelesaikan permasalahan adat ataupun menyusun peraturan adat. Penamaan Bukit Seguntang ini memang sudah secara turun temurun disebut oleh penduduk lokal.


Ketiga adalah Bukit Seguntang guntang, Kabupaten Sarolangun. Bukit Seguntang guntang, Sarolangun berada disekitar Bukit Bulan wilayah Batang Asai. Dalam Map Yang dibuat Marsden tahun 1811, Bukit Seguntang berada di wilayah antara Limun dan Rawas. Wilayah ini merupakan tempat berdiamnya Suku Batin Pengambang. Suku Batin Pengambang merupakan salah satu suku tertua di wilayah Jambi. Batin Pengambang dianggap induk segala Batin. Dalam Tembo Kerinci ada disebut kan nama Bukit Seguntang guntang antara Jambi dan Palimban (Palembang?). Bukit Seguntang Sarolangun kemungkinan adalah Bukit yang sekarang dinamakan orang setempat sebagai Bukit Bulan. 


Bukit tersebut dianggap sakral dan Keramat sebab banyak terdapat tinggalan era megalitik dan pra islam. Wilayah Bukit Seguntang Sarolangun berada antara Limun Jambi dan Rawas Palembang. Bukit ini merupakan wilayah tertinggi dikawasan tersebut dengan ketinggian 800 Meter Dari Permukaan Laut. 


Penduduk Batin Pengambang yang mendiami wilayah sekitar Bukit Seguntang Sarolangun memang banyak melahirkan pemimpin2 dan petinggi di Tanah Jambi. Dahulu nya  wilayah Batin Pengambang bukanlah merupakan wilayah Kerajaan Jambi, Orang Batin Pengambang bukan Orang Kerajaan Jambi. Ia berdiri sendiri dan Berdaulat, tidak diwajibkan Upah Jajah /Upeti dan mengatur Orang2 nya serta wilayahnya dengan adat istiadat nya sendiri. Menurut Almarhumah Mama Annie Abundjani (Alfathihah.. Semoga beliau khusnul khotimah), nenek moyang Orang Batin Pengambang  berasal dari Tanah Jawa (Mataram) dan Kerinci. 

Wednesday, January 12, 2022

January 12, 2022

Akan Ditutup Besok, Berikut Hasil Galang Dana Untuk Neza Hingga Hari Ini

Buku Rek TEBOTOP Foundation, foto : Doc. TEBOTOP Multimedia


Inshallah besok Kamis (13/01/2022) penggalangan dana untuk Neza Marcel Al Anfal, penderita penyakit lumpuh saraf kejepit akan ditutup.

Remaja 13 Tahun asal Desa Perintis Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo.


Penggalangan dana yang dimulai sejak 24 Desember 2021 lalu, sebelumnya dijadwal sampai 06 Januari 2022, kemudian diperpanjang hingga 13 Januari 2022.

Tercatat hingga hari ini Rabu 12 Januari 2022, dana yang terkumpul masih sama seperti update Pada hari kamis (06/01/2022) lalu,  dana yang masuk ke rekening TEBOTOP Foundation sebesar Rp. 1.220.022,-


Dengan rincian sebagai berikut :

1. Hamba Allah 24/12/2021 Rp. 50.002
2. Hamba Allah 24/12/2021 Rp. 50.002
3. Hamba Allah 26/12/2021 Rp. 150.002

4. Hamba Allah 26/12/2021 Rp. 100.002

5. Hamba Allah 26/12/2021 Rp. 70.002

6. Hamba Allah 26/12/2021 Rp. 50.002

7. Hamba Allah 27/12/2021 Rp. 200.002

8. Hamba Allah 27/12/2021 Rp. 200.002

9. Hamba Allah 31/12/2021 Rp. 100.002

10. Hamba Allah 05/01/2022 Rp. 100.002

11. Hamba Allah 05/01/2022 Rp. 150.002


Terima kasih kepada semua yang telah ikut mendonasikan sumbangsihnya, menjelang besok kami masih menunggu bagi siap saja, dimana saja yang mau berbagi.


Silakan transfer donasinya ke rekening TEBOTOP Foundation dibawah ini :


Bank Jambi
No Rekening : 3002205447
An. TEBO TOP FOUNDATION


Jangan lupa untuk menambahkan kode unik yaitu 002 bagi yang mau berdonasi, hal ini untuk memudahkan kami membedakan antara donasi Infaq Al-Qur'an dengan donasi untuk Neza.


Jangan lupa untuk menambahkan kode unik yaitu 002 bagi yang mau berdonasi, hal ini untuk memudahkan kami membedakan antara donasi Infaq Al-Qur'an dengan donasi untuk Neza.


Sebagai contoh : misalnya 100.002,-





Sekian informasi hari ini, perkembangan selanjutnya nanti akan kembali kami informasikan.


Ini adalah akun resmi media sosial TEBOTOP :

Instagram : @tebotop
Facebook : Tebotop Makintop
Fanspage Facebook : TEBO TOP
Group Facebook : TEBO TOP
Tik Tok : @tebotop


Salam dari kami
Top Top Top Tebo Makin Top!

By : TEBOTOP Multimedia

Thursday, January 6, 2022

January 06, 2022

Galang Dana Untuk Neza Diperpanjang, Berikut Jumlah Donasi Saat Ini

Pamplet online Galang Dana Untuk Neza, Foto : Doc. TEBOTOP Multimedia


TEBOTOP melalui divisi TEBOTOP Foundation telah menginformasikan tentang  ajakan Galang dana bersama untuk Neza Marcel Al Anfal.


Remaja 13 Tahun asal Desa Perintis Kecamatan Rimbo Bujang yang  mengalami lumpuh saraf terjepit.


Anak dari pasangan suami istri (Pasutri) Edy Sumarno dengan Suriyati Ini terpaksa harus putus sekolah karena keadaan yang makin hari semakin kurang baik.


Informasi tersebut di sebar pada hari Jum'at (24/12/2021) lalu melalui www.tebotop.com, dan selanjutnya disebar melalui akun media sosial TEBOTOP, baik tulisan maupun pamplet online melalui media sosial.


Alhamdulillah respon yang sangat baik dari berbagai kalangan, hingga hari ini Kamis (06/01/2022) tercatat dana yang masuk ke rekening TEBOTOP Foundation sebesar Rp. 1.220.022,-


Dengan rincian sebagai berikut :

1. Hamba Allah 24/12/2021 Rp. 50.002
2. Hamba Allah 24/12/2021 Rp. 50.002
3. Hamba Allah 26/12/2021 Rp. 150.002

4. Hamba Allah 26/12/2021 Rp. 100.002

5. Hamba Allah 26/12/2021 Rp. 70.002

6. Hamba Allah 26/12/2021 Rp. 50.002

7. Hamba Allah 27/12/2021 Rp. 200.002

8. Hamba Allah 27/12/2021 Rp. 200.002

9. Hamba Allah 31/12/2021 Rp. 100.002

10. Hamba Allah 05/01/2022 Rp. 100.002

11. Hamba Allah 05/01/2022 Rp. 150.002



Selanjutnya kami informasikan, bahwa penggalangan dana untuk Neza yang awalnya dibuka sampai tanggal 06 Januari 2022, Namun berdasarkan keputusan bersama maka akan diperpanjang hingga 13 Januari 2022 mendatang.


Ayoo kita bergerak bersama dalam kebaikan.


Silakan dicatat no rekening TEBOTOP Foundation dibawah ini :


Bank Jambi
No Rekening : 3002205447
An. TEBO TOP FOUNDATION


Jangan lupa untuk menambahkan kode unik yaitu 002 bagi yang mau berdonasi, hal ini untuk memudahkan kami membedakan antara donasi Infaq Al-Qur'an dengan donasi untuk Neza.


Sebagai contoh : misalnya 100.002,-


Sekian informasi hari ini, perkembangan selanjutnya nanti akan kembali kami informasikan.


Ini adalah akun resmi media sosial TEBOTOP :

Instagram : @tebotop
Facebook : Tebotop Makintop
Fanspage Facebook : TEBO TOP
Group Facebook : TEBO TOP
Tik Tok : @tebotop


Salam dari kami
Top Top Top Tebo Makin Top!

By : TEBOTOP Multimedia


January 06, 2022

Adat Anak Jantan Turun Jantan

Makam Sultan Thaha di Kelurahan Muara Tebo Kecamatan Tebo Tengah, foto : Doc.TEBOTOP Multimedia

Sambungan kedua...


Silsilah Anak Keturunan Sultan Thaha Syaifuddin Dengan Ratu Khalidjah Dan Sistem Penobatan Kerajaan Jambi


Oleh : Via Dicky


Adat "Anak Jantan Turun Jantan"

Meskipun adat menyebut anak jantan turun jantan betanggo naik berjenjang turun, tapi fakta sejarahnya tidak seluruh Raja Jambi yang menggunakan seloko adat tersebut. Hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa peralihan raja yang tidak menganut faham tersebut.


Misalnya :

Kerajaan Jambi mula-mula dipimpin Tun Talanai dari Champa. Kemudian beliau menyerahkan Jambi kepada Putri Pinang Masak yang seorang wanita Pagaruyung yang tidak berkaitan keluarga dengan Tun Talanai.


  1. Sultan Ahmad Zainuddin adalah Pangeran Sutawijaya yang menggantikan saudara nya Sultan Astra Ingalanga. Bukan menggantikan ayahnya.
  2. Ketika Sultan Mohyiddin (di Mangunjaya) melakukan kesalahan terhadap orang di hilir, maka Sayyid Abdullah bin Abdurrahman Al Habsyi naik menjadi Raja Jambi selama 2 tahun sebelum kemudian di serahkan kembali kepada Sultan Mohyiddin.
  3. Ketika Sultan Thaha mundur ke hulu yang naik bukan abang atau adik nya melainkan pamannya Sultan Nazaruddin, adik kepada Sultan Fakhruddin. Ayah dari Sultan Thaha.
  4. Ketika Sultan Nazaruddin digantikan oleh anak nya Sultan Mohildin namun ketika itu juga naik Sultan Ahmad Zainuddin gelar Pangeran Surio yang merupakan anak Sultan Fakhruddin /Paman Sultan Thaha. Sultan Thaha naik yang kedua kalinya bukan turun dari trah Sultan Ahmad Zainuddin.

Daftar Pustaka :

Scholten, Elsbeth Locher.2008. Kesultanan Sumatra dan Negara Kolonial (Hubungan Jambi-Batavia (1830-1907) dan Bangkitnya Imperialisme Belanda. Jakarta: Banana KITLV.


Barbara Watson Andaya . 1993 . To Live As Brothers: Southeast Sumatra in the Seventeenth and Eighteenth Centuries


Undang-Undang Piagam Pencacahan Kisah Negeri Jambi yang ditulis oleh Ngebi Sutho Dilago Priyayi Rajo Sari pada 1937.


J. Tideman, . Djambi , Amsterdam: De Bussy, 1938


Lindayanty, Jambi Dalam sejarah 1500-1942 , Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi, 2013


Marsden W, The History of Sumatera, London: 1811


Gallop, Annabel, Malay Seals from the Islamic World of Southeast Asia, The Lontar Foundation : 2019


Selesai

Wednesday, January 5, 2022

January 05, 2022

Penobatan Raja-Raja Jambi

Tugu Sultan Thaha Syaifuddin di Tebo, Foto Doc. TEBOTOP Multimedia

Sambungan Pertama...


Silsilah Anak Keturunan Sultan Thaha Syaifuddin Dengan Ratu Khalidjah Dan Sistem Penobatan Kerajaan Jambi


Oleh : Via Dicky


Penobatan Raja-Raja Jambi

Penobatan Raja adalah pengangkatan resmi seseorang menjadi seorang petahana atau penguasa. Penobatan dapat meliputi busana dan perhiasan seperti jubah atau penutup kepala, atau regalia lainnya seperti tahta atau kursi jabatan. Penobatan juga sering kali menjadi bagian dari upacara pemahkotaan atau pelantikan.


Seseorang yang dapat dinobatkan menjadi Raja atau Sultan pada umumnya adalah mereka yang memiliki pertalian darah keturunan Raja Sultan sebelumnya dari garis permaisuri atau apa bila garis permaisuri tidak memiliki keturunan maka diambil dari garis istri kedua Dan  seterusnya.


Kemudian juga mereka yang memegang benda pusaka kerajaan berupa atribut kerajaan yang dianggap sakral dan dimuliakan seperti misalnya keris, mahkota, kain, selempang, cap stempel, dll.


Penobatan Raja Jambi dari masa ke masa tidak lah baku. Ada beberapa peristiwa penobatan yang dilakukan Kerajaan Jambi pada masing-masing Raja/Sultan yang berbeda pelaksanaannya.

  1. Mengenai prosesi pengangkatan Raja baru Jambi, menurut Haga (1929:234) memaparkan sebagai berikut: Pada hari yang telah ditentukan, lurah dari Jebus (satu di antara Bangsa XII) diangkat sebagai Raja Jambi „Raja Sehari‟ – yang berlaku dari pagi hari hingga pukul 5 sore. Pada menit- menit terakhir sultan baru diperlihatkan pada orang-orang yang berkumpul. Kepala Suku Kedipan saat itu menembakan meriam Si Jimat, sedangkan Kepala Suku Perban membunyikan gong Sitimang Jambi sambil berseru: "Dengarkan semua rakyat Kerajaan Jambi yang terdiri dari VII Koto, IX Koto, Jebus, Air Hitam, Petajin, Maro Sebo, Pucuk Jambi, dan IX Lurah,inilah raja kita". Penduduk yang berkumpul menyambutnya dengan meriah. Kemudian keris pusaka kerajaan Si Ginjei disisipkan di ikat pinggang raja baru oleh „Raja Sehari‟ sambil mengucapkan: “Adik, engkau telah diangkat menjadi raja. Seluruh tanah, air, dan rakyat yang hidup itu dipercayakan dalam pemeliharaan dan lindunganmu”. Lalu “Raja Sehari” menyatakan hormatnya pada Sultan, diikuti pula oleh para kepala anggota berbagai suku, para menteri, dan mereka yang menghadiri pelantikan. (Scholten, Elsbeth Locher.2008)
  2. Prosesi Dan Sumpah Penabalan Rajo Jambi Menurut Ngebi Suto Dilaga: Mako tatkala hari yang elok, saat yang baik,sekalian orang pembesar kerajaan ,menteri, temenggung, dubalang dan sekalian hamba rakyat pun sudah berkumpul. Ketiko matahari pagi terbit mako masuklah Rang Kayo Pingai kedalam kerajaan, dengan purbakala (pusako kerajaan) diiringi panji (bendera Rajo Sari) berwarna hitam memakai pakaian serba putih. Mako duduklah Rajo Sari itu di penghadapan (tahta kerajaan) Syahdan, mako dihadapan sekalian orang pembesar kerajaan, temenggung, dubalang dan hamba rakyat,fatihah dibacakan qur‟an diagungkan dan doa pun di tampung serto pundut pun (hidangan) dimakan bersamo- samo. Mako haripun sore, ketiko ba‟da Asyar, Rajo Sari turun dari penghadapan, menuju Rang Kayo Hitam yang duduk bersilo. Mako Rang Kayo Hitam berdiri. Tombak Asanan Cano yang sebatang pun berpindah ke tangan kanan Rang Kayo Hitam. Rajo Sari pun menanggalkan kopiah (Mahkota) dari kepalo nyo,lalu disarungkan kepado kepalo Rang Kayo Hitam, sambil bertitah "Menjadi Rajo lah Engkau, Dik." Mako dicabutlah Rajo Sari, keris yang bernamo Siginjai dari pinggangnyo, mako disisipkannyo ke pinggang Rang Kayo Hitam, sambil bertitah "Kembalilah kerajaan kepada Engkau, mako di bahumu kemakmuran dan kemaslahatan hamba rakyat digantungkan!" Mako sekalian orang pembesar kerajaan menghadap silo kepado rajo (Rang Kayo Hitam) menjunjung duli. Mako Rang Kayo Pingai mengangkat sembah lalu undur berdiri, panji Rajo Sari pun disimpan. Mako Rang Kayo Pingai berkato kepado sekalian yang hadir dan hamba rakyat "Inilah Rajo Kito". Mako menjawablah sekalian yang hadir dan hamba rakyat "Telah terjunjunglah titah perintah itu diatas sejumlah hamba sekalian". Mako dipasangkan panji Rajo Jambi, Mako Rang Kayo Hitam berdiri undur kepenghadapan (tahta) sambil bertitah kepada sekalian orang kerajaan dan hamba rakyat, "Seri Paduko Kakando Rang Kayo Pingai ini saudaro aku yang tuo, lagi dio yang membuat purbakalo serto mengaturnyo,serto mengatur bicaro syarak. Dan dari pengaturan ini tidak boleh diubah selamo- lamonyo, hinggo sampai kepado zuriat yang akhir tidak boleh diubahkan. Dan lagi dibelakang aku besok dapat huru haro (kekacauan) hendak membuat Rajo, ado waris aku dio hendak menjadi Rajo, kato yang ini aku waris yang kencang (berhak) , kato yang itu aku waris yang kencang lagi (lebih berhak) macam anak gahagho . Dan jiko sudah seperti itu pergaduhannyo mako segeralah kamu sekalian menghadap penghulu kamu dan pembesar kamu yaitu keturunan Seri Paduko Kakando Rang Kayo Pingai. Siapo-siapo jugo yang dikatokannyo itu mako itulah yang kamu Rajo kan, tidak boleh kamu salahi lagi Rang Kayo Pingai". Dan jiko kamu ubahkan mako tinggallah sumpah itu kepado kamu. Adolah bunyi sumpah itu yang telah dimaterikan (disyahkan) Seri Paduko Kakando Rang Kayo Pingai dengan sekalian orang kerajaan dan sekalian hamba rakyat. Barang siapo mengubah perbuatan yang tersebut itu ,atau bersuruk budi, bertanam akal, pepat diluar kencong didalam atau memasang ranjau di bendul atau menanjak kanti seiring, Dan jiko dikerjokan yang seperti itu, Mako : Dikutuk Al Quranul Karim yang tigo puluh juz, menghadap ke hulu dimakan biso kawi Yang Dipertuan di Pagaruyung, menghadap ke hilir keno kutuk biso Datuk Paduko Berhalo. Keatas tidak bepucuk kebawah tidak berakar ditengah dilarik (dimakan) kumbang , padi ditanam lalang (rumput) yang tumbuh. Dimano sajo mungkirnyo disanolah tinggalnyo sumpah itu." Catatan : Berdasarkan kisah sebagaimana bagian IV dan V, maka Rang Kayo Pedataran sesungguhnya tidak pernah ditabalkan menjadi Raja Jambi. Menurut cerita penuturan yang berkembang dari mulut ke mulut dalam masyarakat Jambi, Sayid Abdurrahman gelar Rang Kayo Pedataran kembali ke Turki, sebagian memperkirakan justru beliau menetap di Ratih atau Malaka. Sayid Ahmad Kamil gelar Rang Kayo Hitam bertahta di Kerajaan Jambi antara 1490-1515 Masehi. (H. Oemar Ngebi Soetodilago Priayi Rajo Sari-1358 H, Kisah Negeri Jambi dalam Anonim 1982, Undang-Undang,Piagam dan Kisah Negeri Jambi - Depdikbud Jakarta.)
  3. Selain itu Ada juga peristiwa penobatan yang dilakukan oleh kerajaan Pagaruyung. Sebuah surat dari Jambi ke Batavia tertanggal 10 Januari 1712, Surat Raja Minangkabau ke Jambi diterima Batavia tanggal 2 Januari 1712, Surat datang dari "Sultan Mualam Duli Yang Dipertuan Besar Syah, putra dari Iskandar Zulkarnain, yang menduduki tahta dari Minangkabau dan negeri - negeri bawahannya". Di umum kan bahwa "Duli Yang Dipertuan mengangkat cucunya, Sultan Sri Maharajo Batu Johan Pahlawan Alam Syah sebagai Raja di Mangunjaya dan memberikan kepadanya tanah-tanah di kaki Gunung Merapi kepada Mangunjaya". Oleh karena dia telah dibuang, negaranya telah dihancurkan, "Duli Yang Dipertuan dari Pagaruyung berharap agar kapten Jambi dapat menempatkan segala sesuatu nya sesuai dengan keadaan di masa lalu". Yang Dipertuan Pagaruyung yang dimaksud adalah Sultan Ahmad Syah, Sedangkan Sultan Sri Maharajo Batu Johan Pahlawan Alam Syah adalah Pangeran Pringgabaya anak dari Sultan Abdul Muhyi yang berseteru dengan abang nya Kiai Gede di hilir Jambi. Maknanya Sultan Sri Maharaja Batu dinobatkan menjadi Sultan Jambi di hulu oleh Sultan Ahmad Syah dari Kerajaan Pagaruyung. (Andaya 1993..)
Bersambung...

Tuesday, January 4, 2022

January 04, 2022

Silsilah Anak Keturunan Sultan Thaha Syaifuddin Dengan Ratu Khalidjah Dan Sistem Penobatan Kerajaan Jambi

Pahlawan Nasional Sultan Thaha Syaifuddin, foto : Istimewa


Silsilah Anak Keturunan Sultan Thaha Syaifuddin Dengan Ratu Khalidjah Dan Sistem Penobatan Kerajaan Jambi

Oleh : Via Dicky


Silsilah adalah suatu bagan yang menampilkan hubungan keluarga (silsilah) dalam suatu struktur pohon. Data genealogi ini dapat ditampilkan dalam berbagai format. Salah satu format yang sering digunakan dalam menampilkan silsilah adalah bagan dengan generasi yang lebih tua di bagian atas dan generasi yang lebih muda di bagian bawah. Bagan keturunan yang menampilkan semua keturunan dari satu individu memiliki bagian yang paling sempit di bagian atas.


Pengertian silsilah adalah suatu catatan atau bagan yang menggambarkan asal usul dan hubungan keluarga sampai beberapa generasi.


Pengertian silsilah keturunan adalah suatu ilmu yang membahas tentang susun galur / keturunan / asal usul seseorang baik itu keturunan raden, ratu, bangsawan, raja ataupun keturunan Nabi. Biasa disebut juga dengan dengan nasab.


Pengertian silsilah dalam sejarah adalah sejarah merupakan sesuatu yang terjadi di masa lampau dimana peristiwanya bisa dilacak lewat suatu alur asal-usulnya. Apabila asal usul dari suatu peristiwa sejarah tidak jelas atau tidak bisa dilacak keberadaannya dengan jelas maka peristiwa sejarah tersebut patut dipertanyakan.


Dapat kita lihat betapa pentingnya silsilah atau garis keturunan seseorang, khususnya bagi masyarakat timur. Silsilah merupakan garis keturunan yang menggambarkan asal usul seseorang dan hubungan keluarganya dalam beberapa generasi. Adanya silsilah dipengaruhi oleh terjadinya perkawinan antara dua orang (laki-laki dan perempuan) dan kemudian memiliki keturunan.


Silsilah merupakan hal yang sangat penting diketahui untuk menelusuri siapa nenek moyang kita. Selain itu silsilah juga diperlukan dalam hal pembagian harta warisan dan pernikahan. Sebelum seseorang menikah harus ditelusuri terlebih dahulu garis keturunannya. Jangan sampai ternyata yang dinikahi masih memiliki hubungan darah yang dekat. Selain karena dilarang oleh agama dan adat, pernikahan sedarah sangat berbahaya bagi kesehatan.


Untuk menggambarkan silsilah sebuah keluarga biasanya digunakan bagan silsilah atau diagram silsilah yang memperlihatkan garis keturunan dalam bentuk struktur pohon dimana generasi yang lebih tua berada di bagian atas dan generasi yang lebih muda berada di bagian bawah. Layaknya sebuah pohon, bagan silsilah ini semakin ke bawah semakin melebar. Berasal dari ayah dan ibu, menghasilkan beberapa keturunan, anak-anak tersebut menikah dan masing-masing juga menghasilkan keturunan, dan begitu seterusnya.


Sultan Thaha Syaifuddin (Jambi, 1816 - Betung Bedarah, Tebo, 26 April 1904) adalah seorang sultan terakhir dari Kesultanan Jambi, dan Pahlawan Nasional Indonesia. Ia dilahirkan di Keraton Tanah pilih Jambi pada pertengahan tahun 1816.


Adapun silsilah Sultan Thaha Syaifuddin dari Kerajaan Jambi juga ditulis dalam bentuk bagan yang disalin oleh Van Hasselt Tahun 1900 menyebutkan bahwa Sultan Thaha memiliki 16 orang Isteri dengan


seorang Permaisuri yang bernama Ratu Khalijah. Sultan Thaha dan Ratu Khalijah ini memiliki 4 orang anak yang masing-masing bernama :


  1. Pangeran Ratu Anom Kesumo Yudo (Marta Ningrat) 
  2. Ratu Mas Intana
  3. Ratu Mas Nunit
  4. Ratu Mas Mariam


Dan dalam silsilah ini anak pertama yakni Pangeran Ratu Anom Kesumo Yudo tidak tercatat nama isterinya. Kemudian anak kedua Ratumas Intan disebutkan menikah dengan Sayid Muhammad putra dari Pangeran Wiro Kusumo. Namun tidak memiliki keturunan. Dan yang ke tiga Dan ke empat belum menikah yakni Ratumas Nunit Dan Ratumas Maryam.


Belakang menurut keterangan keluarga dari anak keturunan Ratumas Intan, bahwa kedua saudara ibu nya menikah tapi tidak memiliki anak hingga wafat. Pangeran Ratu Anom Kesumo Yudo (Marta Ningrat) wafat tahun 1913 di pengasingannya di Celebes (Sulawesi), tahun 1913 itu juga Ratu Mas Munit meninggal dunia tanpa anak.


Ratu Mas Intan menikah dengan Sayid Abas, memiliki beberapa orang anak yakni :

  1. Syarifah Aisyah
  2. Sayid Abdullah
  3. Syarifah Lulu
  4. Syarifah Hallidjah


Sayid Abdullah anak Ratumas Intan dengan suami kedua nya Said Abbas di era Hindia Belanda bekerja di kantor Keresidenan Jambi. Pada tanggal 5 Agustus 1939, Ratu Mas Intan mengirimkan surat kepada Gubernur Jendral di Bogor, bahwa Sayid Abdullah yang bekerja di Kantor Residen Jambi agar dapat di naikkan jabatan nya menjadi Zelf Bestuur di Jambi. 


Ia mendengar kabar bahwa Zelf Bestuur akan di adakan kembali oleh pemerintah pada tahun 1939 tersebut. Dalam surat nya, Ratu Mas Intan menyertai silsilah Sultan Thaha Syaifuddin dan Permaisuri Khalidjah. Sayid Abdullah dari istri pertama Tengku Camelia, mempunyai beberapa orang anak yakni :

  1. Sayarifah Fadlun
  2. Sarifah Azizah
  3. Said Agil
  4. Said Hamza
  5. Said Husin
  6. Said Hasan

Syarifah Fadhlun menikah dengan Said Abdul Rahman Dan memiliki keturunan yakni:

  1. Said Idrus
  2. Said Ibrahim
  3. Said Fuad
  4. Syarifah Fadilah Maryani
  5. Syarifah Ana Fauzi
  6. Syarifah Arfah


Bersambung ......


Saturday, December 25, 2021

December 25, 2021

40 Orang Pramuka Penegak Ikuti Pembentukan Satuan Karya Pramuka (Saka) Bhayangkara Polsek Muara Tabir

Foto Bersama di depan Mako Polsek Muara Tabir

Sebanyak 40 orang pramuka penegak ikuti kegiatan pembentukan Satuan Karya Pramuka (Saka) Bhayangkara Polsek Muara Tabir, Jum'at (24/12/2021) kemarin, di Mako Polsek Muara Tabir.


Terdiri dari 28 orang Putri dan 12 orang putra yang ada di jajaran Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Muara Tabir.


Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dimulai hari Jum'at kemarin hingga hari Minggu (26/12/2021).


Kapolsek Muara Tabir IPTU Irbaruddin sangat mengapresiasi atas semangat adik-adik Pramuka Muara Tabir untuk membentuk gerakan Pramuka Saka Bhayangkara Polsek Muara Tabir, meskipun beliau baru menjabat sebagai Kapolsek.


Selanjutnya, teknis kegiatan selama 3 hari dibantu dengan Tim Saka Bhayangkara Polsek Tebo Tengah sebanyak 6 Orang dan juga beberapa senior di Muara Tabir. Seperti Ka. Kwarran Muara Tabir, Sekcam Muara Tabir Sekaligus Sekretaris Pramuka Muara Tabir dan kak Yenti selaku andalan gerakan Pramuka Muara Tabir.



Penegak putra dari SMA N 14 Muara Tabir, Andrianto, sangat senang dengan adanya kegiatan ini, karena selama ini belum ada perekrutan saka bhayangkara di Muara Tabir.


"Semoga dengan adanya saka bhayangkara ini, tidak hanya berhenti disini, kami mengharapkan kakak-kakak dapat berpartisipasi untuk event selanjutnya," 


"Saya ucapkan terima kasih

 banyak untuk kakak  saka bhayangkara dari kabupaten yg telah hadir  ke muara tabir," kata Andrianto.


Hal senada dikatakan penegak putri,

Dini dari SMA N 14, Ia menyambut dengan baik pembentukan saka bhayangkara Polsek Muara Tabir. Kegiatan ini melatih tanggung jawab, disipilin dan lainnya.


"Semoga ini nanti lebih maju dan berkembang lagi menambah anggota baru," ujar Dini.


Penulis : Ridho Chan


Friday, December 24, 2021

December 24, 2021

TEBOTOP Foundation Ajak Galang Dana Untuk Neza Penderita Penyakit Lumpuh

 

Neza Marcel Al Anfal, Remaja yang mengalami lumpuh saraf terjepit


Remaja 13 Tahun bernama lengkap Neza Marcel Al Anfal asal Desa Perintis Kecamatan Rimbo Bujang, mengalami lumpuh saraf terjepit.


Anak dari pasangan suami istri (Pasutri) Edy Sumarno dengan Suriyati Ini terpaksa harus putus sekolah karena keadaan yang makin hari semakin kurang baik.


Menurut keterangan orang tuanya, Pak Edy sudah beberapa kali berupaya untuk mengobati anaknya, bahkan pernah dibawa ke Padang dan juga ke pulau Jawa melalui pengobatan alternatif.


Namun terkendala akan biaya, akhirnya pengobatan tidak lagi berjalan hingga saat ini.


Pak Edy yang sehari-hari berkerja sebagai seorang supir truk batu bara ini sangat berharap anaknya dapat kembali sembuh seperti semula.


Berawal dari kisah cerita yang disampaikan langsung oleh orang tua Neza kepada Andra, salah satu founder TEBOTOP yang berkunjung langsung ke rumahnya.


Akhirnya, Founder TEBOTOP melalui rapat via Zoom meeting memutuskan untuk menggalang dana melalui divisi TEBOTOP Foundation. Dengan harapan bisa membantu biaya pengobatan Neza.


Untuk itu, kami melalui tulisan ini menyampaikan informasi kepada siapa saja dan dimana saja untuk bersama-sama ikut berdonasi melalui rekening TEBOTOP Foundation.


Berikut rekeningnya :

Bank Jambi
No Rek : 3002205447
An. Tebo Top Foundation


Jangan lupa untuk menambahkan kode unik yaitu 002 bagi yang mau berdonasi, hal ini untuk memudahkan kami membedakan antara donasi Infaq Al-Qur'an dengan donasi untuk Neza.


Sebagai contoh, silakan lihat bukti transfer berikut ini :

Screenshoot bukti transfer

Berapapun donasi yang diberikan, nantinya akan kami salurkan langsung kepada orang tua Neza.


Kontak person :

Fajrian Idris (Boi) 0853-8387-1714
Andri Mashuri 0852-6600-4748
Andra 0852-6662-9495


Semua donasi yang masuk, seperti biasanya akan kami informasikan melalui www.tebotop.com maupun akun media sosial TEBOTOP lainnya.


Sekian informasi ini kami sampaikan.


Ayoo kita mulai donasi di hari ini Jum'at (25/12/2021) yang berkah ini.


Sementara, Donasi ini akan dibuka hingga Kamis (6/1/2022) mendatang.


Salam dari kami

Top Top Top Tebo Makin Top!

(By TEBOTOP Multimedia)


Tuesday, December 21, 2021

December 21, 2021

Selamat Pembina TEBOTOP Eka Wijaya Jadi Pemenang Sayembara Nama Stadion

Pembina TEBOTOP H. Eka Wijaya 


Alhamdulillah  segala puji bagi Allah SWT, akhirnya nama yang diajukan oleh Pembina TEBOTOP Eka Wijaya berhasil menjadi pemenang sayembara nama stadion sepak bola Kabupaten Tebo.


Pemkab Tebo melalui Kepala Disporapar Tebo Mardiansyah, dihadapan Wakil Bupati Syahlan, Sekda, dan rekan-rekan media mengumumkan pemenang di ruang Sekretaris Daerah Pemkab Tebo, Selasa (21/12/2021). 


Nama yang diusulkan terdiri dari tiga suku kata itu adalah "SRI MAHARAJA BATU".


Suatu pencapaian yang patut disyukuri, se telah melewati tahap seleksi, baik berkas kelengkapan syarat-syarat administrasi peserta hingga tahap presentasi di hadapan dewan juri  pada tanggal 13 Desember 2021 lalu.


"Alhamdulilah setelah melalui proses yg cukup panjang dan akhirnya pembina TEBOTOP terpilih dan menjuarai sayembara pemilihan nama stadion kebanggan kabupaten Tebo," ucap Ketua TEBOTOP Fajrian Idris alias Bang Boi


Hari ini pembina TEBOTOP membuat sejarah dan insyaallah akan selalu di ingat dan di kenang, Belajar dari sejarah dan membuat sejarah.


Sekali lagi Kami keluarga besar TEBOTOP mengucap selamat atas prestasi yang luar biasa kepada pembinaTEBOTOP Pak H Eka Wijaya.


Top Top Top Tebo makin  Top!!


Semoga sepak bola Tebo dan olahraga Tebo makin Top!


(By TEBOTOP Multimedia)