""

Tebo Top

Wadah Bagi Komunitas dan Masyarakat di Kabupaten Tebo dengan 4 aspek yaitu; Agama, sosial, seni dan budaya serta Ekonomi Kreatif

Breaking


Thursday, April 30, 2020

MEMAHAMI JAGA JARAK SEBAGAI SEBUAH PESAN SOSIAL DARI VIRUS CORONA.

Top Top Top 
Tebo Makin Top

Istilah yang berhubungan dengan Corona Virus pastinya banyak dari kita sudah Khatam atau memahami sampai di luar kepala. Namun, Realita terkadang berbanding terbalik. Banyak yang paham tetapi tidak komitmen dengan pemahaman nya terkait istilah: Jaga jarak, Pakai Masker, Jaga kebersihan tangan/tubuh dan Banyak lagi lainnya.

Istilah Jaga Jarak menjadi pilihan ide tentang tulisan kami kali ini. Saat pandemi Corona ini, menjadikan kita tersadar tentang pilihan sadar dalam membuat keputusan. 

Perbedaan menjadi GAP/Jurang pemisah yang nyata. Perbedaan yang muncul tentang menyikapi bulan ramadan timbul mencolok di sebagian masyarakat tentang ibadah sholat berjamaah di masjid atau tidak. Kita seperti sedang bermain kucing-kucingan dengan aturan dan ketentuan yang secara sadar di langgar dengan mengemukakan alasan-alasan yang didasari oleh keyakinan kita sendiri tanpa perlu tahu tentang keyakinan atau pendapat lainnya.

Selain perbedaan pendapat tentang apa yang harus dilakukan saat pandemi corona ini. Kita juga disuguhkan dengan realita di masyarakat tentang budaya yang menjadi Viral. 

Viral karena statement seorang pemimpin negara. Coba yang bicara orang tidak penting. Maka, akan di anggap angin lalu. Mudik dan Pulang kampung menjadi sajian meme yang tidak penting di suguhkan oleh mereka-mereka yang menganggap dirinya benar dengan keyakinan dan pendapatnya.

Banyak juga drama di media sosial yang diperdebatkan tanpa perlu tahu Ujung Pangkalnya. Seperti kisah seorang Instagram wanita dari Philipina yang di bully oleh Sebagian Netizen Wanita negara Kita, yang kembali lagi memberi tahu tentang bagaimana "Jaga Jarak" itu sebenarnya.



JAGA JARAK SEBAGAI SEBUAH PESAN SOSIAL DARI VIRUS CORONA.

Virus Corona saat ini sebagai sebuah makhluk yang membawa penyakit dan menularkan dengan cepat ke orang lain. Tanpa sadar kita terus tertular dengan menebar banyak penyakit bawaan dari virus tersebut yang menimbulkan Ketakutan, kecemasan akut, Pribadi Individualis, serta Halusinasi tentang bagaimana memikirkan hari esok. 

Ada juga sebagian dari kita Santuy/santai dalam kepura-puraan. Sebaliknya, berbanding terbalik dengan orang-orang yang punya pilihan sadar tentang ikut bergerak melawan Covid 19 ini. Ada yang menjadi relawan, ada yang menjadi dermawan, ada yang menjadi Informan, sampai banyak dari kita telah menunjukkan dirinya sebagai pahlawan di tengah pandemi. 

Siapa mereka? Mereka adalah orang-orang yang hidup di dunia nyata atau bisa membagi dirinya antara realita dan dunia maya. Bukan berbagi dengan Luna maya. Tapi Tahu tentang batasan Dunia Maya.

Jaga jarak memberi pesan sosial bagi kita untuk membuat batasan diri dalam berkehidupan dan berprilaku. Jaga jarak dengan memanfaatkan waktu. Jaga jarak dengan menjadi pribadi yang sadar kebersihan. Jaga jarak untuk tidak menghakimi orang lain dan merasa paling benar. jaga jarak untuk tidak merasa menjadi paling hebat. Karena saat ini sebagian dari kita bersembunyi dari realita dan Corona dijadikan Kambing Hitam yang siap terus dipanggang dengan alasan pribadi.

Mari kita pahami jaga jarak sebab virus corona ini sebagai sebuah hal yang baik untuk kita merenungi diri. Walaupun sebagian dari kita terpaksa untuk menjalani sebagai bentuk isolasi mandiri.

Mari Kita Berbuat sesuai takaran dan kemampuannya, jangan memaksakan diri, berdiri pada waktu dan tempat yang sudah dipilih tanpa perlu menyalahkan siapa-siapa. Ayooo! kita terus jaga jarak dengan pikiran dan semangat yang terbarukan. Kita kumpulkan semua saat berada di rumah, saat bekerja, saat beribadah dan menjadi sebuah kerja keras setelah pandemi ini berlalu. 

ARTIKEL MENARIK RAMADHAN7 Tujuh Cara Rangkaian SAHUR SEHAT


Penutup

Akhir Kata, Kita semua mengucapkan terima kasih kepada para pahlawan Tenaga medis yang berjuang di garis depan, Relawan yang mau berkorban, Penegak hukum yang menertibkan Pelanggar, semua yang dermawan dan mau berbagi. Kepada kita semua yang mau jaga jarak dan membatasi diri dengan menggunakan masker, cuci tangan dan bersih diri sehabis beraktivitas di luar. Kepada semua dari kita yang melafalkan doa terindah agar PANDEMI CORONA INI HILANG DAN BERAKHIR SEGERA.

Salam Dari Kami
TEBO TOP
Top Top Top
Tebo Makin Top





No comments:

Post a Comment